Dinas Kesehatan Kota Depok melaporkan adanya peningkatan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dalam empat minggu terakhir. Kenaikannya disebut mencapai sekitar 90 persen. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap penyakit pernapasan kembali menjadi perhatian.
Warga Depok belakangan perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika mengalami gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, atau badan terasa lemas.
Dinas Kesehatan Kota Depok melaporkan adanya peningkatan kasus Influenza-Like Illness (ILI) dalam empat minggu terakhir. Kenaikannya disebut mencapai sekitar 90 persen. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap penyakit pernapasan kembali menjadi perhatian.
Bagi masyarakat, informasi ini bukan berarti setiap batuk atau pilek harus dianggap sebagai influenza. Namun, peningkatan kasus menjadi pengingat agar kebiasaan sederhana untuk mengurangi penularan penyakit pernapasan kembali diperhatikan.
Apa Itu Influenza-Like Illness?
Influenza-Like Illness atau ILI merupakan istilah yang digunakan dalam sistem surveilans untuk memantau penyakit dengan gejala yang menyerupai influenza.
Kementerian Kesehatan menggunakan surveilans ILI-SARI sebagai bagian dari pemantauan penyakit pernapasan, termasuk influenza, COVID-19, dan infeksi saluran pernapasan akut lainnya. Data surveilans tersebut digunakan untuk membantu melihat perkembangan penyakit dan mendukung kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.
Karena itu, istilah ILI tidak otomatis berarti seseorang sudah dipastikan terkena influenza. Diagnosis influenza dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Gejala yang Perlu Diperhatikan
Menurut informasi Kementerian Kesehatan, influenza dapat menimbulkan gejala yang muncul secara tiba-tiba, antara lain demam, batuk yang umumnya kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair.
Tidak semua orang mengalami gejala dengan tingkat keparahan yang sama. Sebagian besar orang dapat pulih dalam sekitar satu minggu, tetapi influenza dapat menjadi lebih serius pada kelompok tertentu.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi antara lain anak-anak di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta orang dengan kondisi medis tertentu seperti asma, penyakit jantung atau paru-paru, dan diabetes.
Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah
Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.
Pertama, rajin mencuci tangan.
Gunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, terutama setelah berada di tempat umum dan sebelum menyentuh makanan.
Kedua, perhatikan etika batuk dan bersin.
Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, kemudian bersihkan tangan.
Ketiga, gunakan masker ketika sedang sakit.
Kementerian Kesehatan menganjurkan penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang sakit untuk membantu mengurangi risiko menularkan penyakit kepada orang lain.
Keempat, jangan memaksakan diri ketika sedang tidak sehat.
Jika sedang mengalami gejala influenza, beristirahat di rumah dapat membantu mengurangi kontak dengan orang lain. WHO juga menganjurkan orang yang sedang sakit untuk menghindari tempat ramai dan ruang tertutup sejauh memungkinkan.
Jangan Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah influenza disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik bukan obat untuk mengatasi virus influenza.
WHO menyebut antibiotik tidak efektif terhadap virus, termasuk virus influenza. Penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.
Jika gejala semakin berat atau kondisi tidak membaik, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Bagaimana dengan Vaksin Influenza?
Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk membantu mencegah influenza dan mengurangi risiko penyakit berat.
Kementerian Kesehatan menyebut vaksin influenza tahunan dapat direkomendasikan terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan orang dengan penyakit kronis tertentu.
WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan bagi kelompok berisiko tinggi. Namun, keputusan mengenai vaksinasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Warga Depok Tidak Perlu Panik, Tetapi Tetap Waspada
Peningkatan kasus ILI di Depok menjadi pengingat bahwa penyakit pernapasan masih perlu diperhatikan, terutama ketika seseorang mulai mengalami gejala.
Yang paling penting adalah tidak mengabaikan kondisi tubuh, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dengan orang lain ketika sedang sakit.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan penyakit kronis, perhatian terhadap gejala juga perlu lebih ditingkatkan.
Informasi mengenai influenza dan penyakit pernapasan dapat terus dipantau melalui kanal resmi pemerintah dan fasilitas kesehatan. Kementerian Kesehatan juga menyediakan sistem surveilans untuk memantau perkembangan influenza dan penyakit pernapasan di Indonesia.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti pemeriksaan atau diagnosis dokter.